Kamis, 30 Juni 2016

10 Ide Kreatif untuk Indonesia




Seperti yang kita ketahui bahwa Negara kita adalah Negara Republik Indonesia. Indonesia merupakan negara tempat dimana kita hidup, beraktivitas, bermasyarakat, beranak-pinak, hingga masuk ke dalam liang lahat kelak. Sebagai warga negara yang baik, sudah sepantasnya kita punya keinginan kuat untuk merubah nasib bangsa kita menjadi lebih baik lagi agar bisa sejajar dengan bangsa-bangsa maju di Dunia serta lebih dihormati dan dihargai di kancah Internasional. 

Terkadang pernah bertanya kepada diri sendiri, Mengapa Indonesia ini masih saja diremehkan oleh negara-negara lain? Mengapa Indonesia selalu tertinggal dengan negara-negara maju lainnya? Mengapa Indonesia masih saja terpuruk dalam segala hal? Mengapa Indonesia susah sekali mandiri di bidang politik, ekonomi dan budaya? Mengapa Indonesia negara agraris masih saja mengimpor hasil pertanian? Begitu banyak pertanyaan yang muncul, namun terkadang masih saja belum bisa menjawab pertanyaan itu sendiri. Hal yang wajar dan mungkin banyak yang mengalaminya. Siapa sih kita? Kita yang kecil ini bisa apa? Mahasiswa yang belum bisa membiayai diri sendiri dengan segala keterbatasan ini bisa apa untuk Indonesia? Mahasiswa yang sering disebut-sebut sebagai Agen of Change, Director of Change, dan Change-Change lain dalam Dunia Idealita namun dalam Realitanya seperti tak Berkontribusi apa-apa. Tak yakin dengan dirinya. Kita bisa merubah apa? Bahkan merubah diri sendiri pun sungguh tak mudah apalagi mengubah Indonesia yang besar dan seluas ini.
Kenyataannya memang Problematika Negara kita itu Menumpuk dan kusut. Memang benar Negara kita ini kaya akan Potensi. Dan masalah kita adalah potensi itu hanyalah sekedar potensi. Hanyalah sekedar Omongan yang sering disebut-sebut, didiskusikan, dituliskan namun tidak ada tindakan. Itulah masalah kita, idealisme tanpa tindakan. Lalu apa yang harus kita lakukan? Mulailah dengan hal-hal yang kecil terlebih dahulu. Stop dengan hal muluk-muluk yang besar.

Allah SWT tidak akan mengubah nasib suatu kaumnya jika kaum itu tidak mengubahnya sendiri. Dalam hidup ini tidak hanya dituntut untuk beribadah, tetapi juga usaha kita dalam menjalani hidup. Berusahalah seolah-olah kita hidup seribu tahun lagi dan beribadahlah seolah-olah kita mati besok. Janganlah menunda-nunda berbuat kebaikan. Jika kita sudah punya niat kebaikan, segeralah dilakukan karena umur kita tidak ada yang tahu.

Maka dari itu, disini saya akan menyampaikan beberapa ide-ide yang mungkin bisa mengubah Negara Indonesia kita ini menjadi Negara yang lebih baik lagi.

Pertama, saya tidak ingin lagi di Indonesia ada kasus Korupsi. Untuk mewujudkan keinginan tersebut, kita harus berbuat sesuatu. Tidak usah yang muluk-muluk seperti melakukan Penyuluhan, kampanye, dan lain sebagainya. Cukup mulailah dari diri kita sendiri. Jadilah orang yang jujur. Orang jujur tidak akan korupsi. Jika kita mampu membentuk diri kita menjadi orang yang jujur, maka potensi korupsi berkurang satu orang. Hanya satu? Satu saja bisa Menggondol milyaran uang Negara. Maka dengan kita jujur dan tidak korupsi, berkuranglah satu orang yang berpeluang mencuri uang Negara.

Kedua, Indonesia harus mempunyai Pemimpin yang bertakwa. Untuk mendapatkan pemimpin yang bertakwa, Indonesia harus benar-benar pintar dalam memilih pemimpin, karena mayoritas Negara kita adalah masyarakat Muslim, maka wajib bagi kita memilih pemimpin yang beragama islam. Agar pemimpin yang bertakwa bisa terealisasi maka calon pemimpin wajib bisa ngaji, dan hafal Al-Qur’an terutama surat Al-baqarah.

Ketiga, Indonesia harus menguasai teknologi, komunikasi dan informasi agar tidak tertipu oleh berita-berita yang tak bersahabat, berita bohong yang dicekoki dunia. Dengan menguasai teknologi, komunikasi dan informasi dalam arti seluas-seluasnya, maka Indonesia untuk mengiklankan diri sendiripun tak perlu menggunakan tv asing, tv Indonesia mampu menjangkau ke seluruh dunia. Dan dengan demikian bahasa Indonesiapun akan mendunia. Maka Indonesia akan menjadi salah satu negara yang bukan hanya dikenal dunia, tapi menjadi tempat yang menjadi gaya tarik untuk dikunjungi, dan pariwisatapun akan maju dengan pesatnya, karena dengan tv Indonesia yang terpancar ke seluruh dunia akan menjadi iklan gratis bagi Indonesia sendiri, dan Indonesia tak perlu repot-repot membayar iklan pada stasiun tv asing.

Keempat, kita harus Memberdayakan kembali ungkapan “Tolong, Ma’af, dan Terima Kasih” kepada masyarakat Indonesia. Di zaman yang modern seperti sekarang ini, masyarakat pada umumnya cenderung individualisme, egois dan apatis atau tidak perduli dengan lingkungan. Jadi dengan memberdayakan kembali budaya meminta ‘tolong” ketika sedang mengalami kesulitan, dan kata “ma’af” ketika berbuat salah, dan ungkapan “terima kasih” ketika bersyukur, maka sifat individualisme, egois, dan apatis akan berkurang.

Kelima, masyarakat Indonesia harus lebih produktif. Karena budaya konsumtif semakin marajalela di Indonesia, maka kita perlu melakukan terobosan yang lebih berani yakni meningkatkan angka produktifitas dalam negeri, meskipun budaya konsumtif tidak turun drastis, setidaknya barang yang kita konsumsi adalah barang yang berasal dari dalam negeri. Untuk Meningkat produktifitas dapat di lakukan dengan banyak cara, seperti membiayai usaha Mikro kecil dan menengah, mempermudah birokrasi untuk pengusaha-pengusaha baru dan pedagang, investmen,  dan mendidik masyarakat Indonesia agar idak hanya konsumtif, tetapi harus juga produktif.  

Keenam, Indonesia harus punya rakyat yang tahan banting, yang tidak mudah berkeluh kesah, yang berani berkata "tidak" bagi pemipin yang korup. Rakyat yang punya jiwa patroit, yang cinta kepada tanah airnya. Dan bangga dengan tanah airnya. Tidak pesimis, selalu optimis dan punya jiwa yang kuat menghadapi segala rintangan, cobaan, ujian, hinaan, caci maki dan pikiran negatif lainnnya. Rakyat yang berjiwa bersih, sehingga tidak mudah terkontaminasi terhadap bujukan atau rayuan gombal para polikus.

Ketujuh, saya ingin semua anak Indonesia punya Pendidikan. Dengan cara membangun infrastruktur yang baik dan layak, serta tenaga pengajar yang berkompeten di daerah-daerah terpencil. Supaya tidak hanya masyarakat yang berada di kota saja yang bisa mendapatkan pengajaran yang baik dan infrastruktur yang layak.

Kedelapan, saya ingin Sumber Daya Alam yang ada dapat dimaksimalkan Penggunanaannya untuk Kepentingan Rakyat. Supaya masyarakat Indonesia makmur dan sejahtera. Dengan cara mendidik tenaga ahli dengan baik dan benar di bidangnya, memfasilitasi seluruh perlengakapan dan peralatan guna mendapatkan  Sumber Daya Alam yang maksimal, dan menjauhkan tangan-tangan asing mengeruk kekayaan di bumi pertiwi ini.

Kesembilan, saya ingin Bangsa Indonesia terbebas dari Kemiskinan. Karena sudah menjadi hak bagi seluruh warga Negara Indonesia untuk hidup sejahtera, aman, adil, dan makmur. Maka dari itu, kemiskinan merupakan salah satu penghalang terbesar untuk warga Negara mendapatkan hak nya. Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah dan masyarakat Indonesia harus bersama-sama mengentaskan kemiskinan dengan cara menciptakan lapangan pekerjaan, mencetak Sumber Daya Manusia yang unggul, berdaya saing tinggi, dan berkompeten di bidangnya. Dan dengan memberikan uang tiap bulan kepada warga-warga miskin.

Kesepuluh, saya ingin Indonesia ini lebih Agamis. Supaya hidup masyarakat Indonesia ini lebih tentram, aman, dan damai. Di Indonesia ini terdapat beberapa kepercayaan dan seluruh kepercayaan mengajarkan yang namanya kebaikan, baik dari segi sosial, budaya, politik, ekonomi, dan lain sebagainya. Maka apabila seluruh rakyat Indonesia lebih Agamis, atau patuh kepada ajaran agama meraka maing-masing, maka akan terciptalah Negara yang tentram, aman, dan damai.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar