Seperti
yang kita ketahui bahwa Negara kita adalah Negara Republik Indonesia. Indonesia
merupakan negara tempat dimana kita hidup, beraktivitas, bermasyarakat,
beranak-pinak, hingga masuk ke dalam liang lahat kelak. Sebagai warga negara
yang baik, sudah sepantasnya kita punya keinginan kuat untuk merubah nasib
bangsa kita menjadi lebih baik lagi agar bisa sejajar dengan bangsa-bangsa maju
di Dunia serta lebih dihormati dan dihargai di kancah Internasional.
Terkadang
pernah bertanya kepada diri sendiri, Mengapa Indonesia ini masih saja
diremehkan oleh negara-negara lain? Mengapa Indonesia selalu tertinggal dengan
negara-negara maju lainnya? Mengapa Indonesia masih saja terpuruk dalam segala
hal? Mengapa Indonesia susah sekali mandiri di bidang politik, ekonomi dan
budaya? Mengapa Indonesia negara agraris masih saja mengimpor hasil pertanian?
Begitu banyak pertanyaan yang muncul, namun terkadang masih saja belum bisa
menjawab pertanyaan itu sendiri. Hal yang wajar dan mungkin banyak yang
mengalaminya. Siapa sih kita? Kita yang kecil ini bisa apa? Mahasiswa yang
belum bisa membiayai diri sendiri dengan segala keterbatasan ini bisa apa untuk
Indonesia? Mahasiswa yang sering disebut-sebut sebagai Agen of Change, Director
of Change, dan Change-Change lain dalam Dunia Idealita namun dalam Realitanya
seperti tak Berkontribusi apa-apa. Tak yakin dengan dirinya. Kita bisa merubah
apa? Bahkan merubah diri sendiri pun sungguh tak mudah apalagi mengubah
Indonesia yang besar dan seluas ini.
Kenyataannya
memang Problematika Negara kita itu Menumpuk dan kusut. Memang benar Negara
kita ini kaya akan Potensi. Dan masalah kita adalah potensi itu hanyalah sekedar
potensi. Hanyalah sekedar Omongan yang sering disebut-sebut, didiskusikan, dituliskan
namun tidak ada tindakan. Itulah masalah kita, idealisme tanpa tindakan. Lalu
apa yang harus kita lakukan? Mulailah dengan hal-hal yang kecil terlebih
dahulu. Stop dengan hal muluk-muluk yang besar.
Allah
SWT tidak akan mengubah nasib suatu kaumnya jika kaum itu tidak mengubahnya
sendiri. Dalam hidup ini tidak hanya dituntut untuk beribadah, tetapi juga
usaha kita dalam menjalani hidup. Berusahalah seolah-olah kita hidup seribu
tahun lagi dan beribadahlah seolah-olah kita mati besok. Janganlah menunda-nunda
berbuat kebaikan. Jika kita sudah punya niat kebaikan, segeralah dilakukan
karena umur kita tidak ada yang tahu.
Maka
dari itu, disini saya akan menyampaikan beberapa ide-ide yang mungkin bisa
mengubah Negara Indonesia kita ini menjadi Negara yang lebih baik lagi.
Pertama, saya tidak ingin lagi di
Indonesia ada kasus Korupsi. Untuk mewujudkan keinginan tersebut, kita harus
berbuat sesuatu. Tidak usah yang muluk-muluk seperti melakukan Penyuluhan,
kampanye, dan lain sebagainya. Cukup mulailah dari diri kita sendiri. Jadilah
orang yang jujur. Orang jujur tidak akan korupsi. Jika kita mampu membentuk
diri kita menjadi orang yang jujur, maka potensi korupsi berkurang satu orang.
Hanya satu? Satu saja bisa Menggondol milyaran uang Negara. Maka dengan kita
jujur dan tidak korupsi, berkuranglah satu orang yang berpeluang mencuri uang
Negara.
Kedua, Indonesia harus mempunyai
Pemimpin yang bertakwa. Untuk mendapatkan pemimpin yang bertakwa, Indonesia
harus benar-benar pintar dalam memilih pemimpin, karena mayoritas Negara kita
adalah masyarakat Muslim, maka wajib bagi kita memilih pemimpin yang beragama
islam. Agar pemimpin yang bertakwa bisa terealisasi maka calon pemimpin wajib
bisa ngaji, dan hafal Al-Qur’an terutama surat Al-baqarah.
Ketiga, Indonesia harus menguasai
teknologi, komunikasi dan informasi agar tidak tertipu oleh berita-berita yang
tak bersahabat, berita bohong yang dicekoki dunia. Dengan menguasai teknologi,
komunikasi dan informasi dalam arti seluas-seluasnya, maka Indonesia untuk
mengiklankan diri sendiripun tak perlu menggunakan tv asing, tv Indonesia mampu
menjangkau ke seluruh dunia. Dan dengan demikian bahasa Indonesiapun akan
mendunia. Maka Indonesia akan menjadi salah satu negara yang bukan hanya
dikenal dunia, tapi menjadi tempat yang menjadi gaya tarik untuk dikunjungi,
dan pariwisatapun akan maju dengan pesatnya, karena dengan tv Indonesia yang
terpancar ke seluruh dunia akan menjadi iklan gratis bagi Indonesia sendiri,
dan Indonesia tak perlu repot-repot membayar iklan pada stasiun tv asing.
Keempat, kita harus Memberdayakan
kembali ungkapan “Tolong, Ma’af, dan Terima Kasih” kepada masyarakat Indonesia.
Di zaman yang modern seperti sekarang ini, masyarakat pada umumnya cenderung
individualisme, egois dan apatis atau tidak perduli dengan lingkungan. Jadi
dengan memberdayakan kembali budaya meminta ‘tolong” ketika sedang mengalami
kesulitan, dan kata “ma’af” ketika berbuat salah, dan ungkapan “terima kasih”
ketika bersyukur, maka sifat individualisme, egois, dan apatis akan berkurang.
Kelima, masyarakat Indonesia harus
lebih produktif. Karena budaya konsumtif semakin marajalela di Indonesia, maka
kita perlu melakukan terobosan yang lebih berani yakni meningkatkan angka
produktifitas dalam negeri, meskipun budaya konsumtif tidak turun drastis, setidaknya
barang yang kita konsumsi adalah barang yang berasal dari dalam negeri. Untuk
Meningkat produktifitas dapat di lakukan dengan banyak cara, seperti membiayai
usaha Mikro kecil dan menengah, mempermudah birokrasi untuk pengusaha-pengusaha
baru dan pedagang, investmen, dan
mendidik masyarakat Indonesia agar idak hanya konsumtif, tetapi harus juga
produktif.
Keenam, Indonesia harus punya rakyat
yang tahan banting, yang tidak mudah berkeluh kesah, yang berani berkata
"tidak" bagi pemipin yang korup. Rakyat yang punya jiwa patroit, yang
cinta kepada tanah airnya. Dan bangga dengan tanah airnya. Tidak pesimis,
selalu optimis dan punya jiwa yang kuat menghadapi segala rintangan, cobaan,
ujian, hinaan, caci maki dan pikiran negatif lainnnya. Rakyat yang berjiwa
bersih, sehingga tidak mudah terkontaminasi terhadap bujukan atau rayuan gombal
para polikus.
Ketujuh, saya ingin semua anak
Indonesia punya Pendidikan. Dengan cara membangun infrastruktur yang baik dan
layak, serta tenaga pengajar yang berkompeten di daerah-daerah terpencil.
Supaya tidak hanya masyarakat yang berada di kota saja yang bisa mendapatkan
pengajaran yang baik dan infrastruktur yang layak.
Kedelapan, saya ingin Sumber Daya Alam
yang ada dapat dimaksimalkan Penggunanaannya untuk Kepentingan Rakyat. Supaya
masyarakat Indonesia makmur dan sejahtera. Dengan cara mendidik tenaga ahli
dengan baik dan benar di bidangnya, memfasilitasi seluruh perlengakapan dan
peralatan guna mendapatkan Sumber Daya
Alam yang maksimal, dan menjauhkan tangan-tangan asing mengeruk kekayaan di
bumi pertiwi ini.
Kesembilan, saya ingin Bangsa Indonesia
terbebas dari Kemiskinan. Karena sudah menjadi hak bagi seluruh warga Negara
Indonesia untuk hidup sejahtera, aman, adil, dan makmur. Maka dari itu,
kemiskinan merupakan salah satu penghalang terbesar untuk warga Negara
mendapatkan hak nya. Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah dan masyarakat
Indonesia harus bersama-sama mengentaskan kemiskinan dengan cara menciptakan
lapangan pekerjaan, mencetak Sumber Daya Manusia yang unggul, berdaya saing
tinggi, dan berkompeten di bidangnya. Dan dengan memberikan uang tiap bulan
kepada warga-warga miskin.
Kesepuluh, saya ingin Indonesia ini
lebih Agamis. Supaya hidup masyarakat Indonesia ini lebih tentram, aman, dan
damai. Di Indonesia ini terdapat beberapa kepercayaan dan seluruh kepercayaan
mengajarkan yang namanya kebaikan, baik dari segi sosial, budaya, politik,
ekonomi, dan lain sebagainya. Maka apabila seluruh rakyat Indonesia lebih
Agamis, atau patuh kepada ajaran agama meraka maing-masing, maka akan
terciptalah Negara yang tentram, aman, dan damai.